Telpon Umum
July 13, 2005
Yang namanya telpon umum emang bukan barang baru dah wah buat kita-kita yang hidup di tengah kota. pemandangan telpon umum yang berjejer atau bahkan menyendiri di pinggir jalan adalah hal yang biasa. bahkan eksistesinya sekarang ini sudah tergeser dengan adanya hanphone yang jauh lebih canggih dengan fasilitas yang lebih modern, wartel alias warung telkom yang bertebaran dan dapat kita jumpai di setiap sudut gang dan jalan, sehingga menjadikan keberadaannya menjadi kecil dan tak berarti lagi di mata kita. fungsi telpon umum makin lama semakin terpinggirkan.
ngomong-ngomong soal telpon umum ada sedikit kejadian yang menggelitik pemikiran saya.
kejadian lucu yang datang dari adik dan sepupu saya yang masih kecil yang selama ini tinggal dikampung yang tidak dilengkapi dengan telpon umum. bro-boro ada telpon umum, untuk memiliki telpon rumah saja sulit. maklum..desa saya adalah desa yang jauh dari pusat kota dan untuk sampai kesana harus melewati jalan yang di sisi dilewati aliran sungai. mungkin karena faktor inilah yang menjadikan perusahaan telkom tidak menyediakan jaringan untuk telpon rumah. tapi buat keluarga saya, hal demikianjadi selama ini adik dan sepupu saya lebih familiar dengan wartel dan handphone.
yah..ketika pertama kali mereka datang untuk melihat rumah kakak yang baru, mereka melihat satu telpon umum tua yang berdiri kokoh di depan kantor kecamatan. dari awal mereka sudah teriak itu apaaaan…antik bangeeet. saya yang mendengar perkataan mereka cuma senyum kecil sambil menjawab itu telpon umum. sejak itu mereka ribut dan berisik, bertanya apa itu telpon masih bisa digunakan, gimana cara kerjanya delele. karena saya tidak tahu apakah telpon tersebut masih berfungsi apa tidak, yah saya jawab tidak tahu. ternyata tanpa sepengetahuan saya, mereka berdua mencoba sendiri telpon tersebut. dan rencanya sore ini mereka akan mencoba lagi. sewaktu saya tanya, kenapa mau mencoba lagi, bukannya kemarin sudah. mereka serempak menjawab..gagal mba!.
kasian juga sie pikir saya, toh gak ada salahnya menuntaskan rasa penasaran mereka. akhirnya saya mencoba bertanya lebih lanjut.
emang kenapa bisa gagal?
“tahu tuh mba..padahal sudah masukin banyak koin. tapi kok keluar lagi”
mba bilang, koin yang 100 an kan. kalian masukin yang berapaan?
“500 mba”
ya jelaslah gak bisa sayang. itu telpon harus dengan koin 100 yang gede. jangan 500 an.
“oh gitu ya mba”
dan larilah mereka ke kamar guna mencari koin 100 an besar. saya sengaja membiarkan untuk mengetahui tindakan apa yang akan mereka lakukan lagi. setelah 5 menitan didalam kamar, akhirnya mereka keluar dan menuju telpon umum tersebut. nggak berapa lama mereka pulang dengan wajah lesu.
sudah bisa? tanya saya
“belum mba”
tiba-tiba muncul di kepala saya sebuah pertanyaan, kalaupun mereka bisa menggunakan telpon tersebut mereka akan telpon kemana dan ke siapa. bukankah mereka tidak mempunyai teman di yogya. wong setiap hari mereka di kampung sana.
“terus, kalau bisa telpon kalian mau telpon siapa? itu telpon nggak bisa buat no hp, interlokal lo dek. harus telpon ke nomor lokal.
“no lokal itu maksudnya apa?”
“no lokal adalah nomor khusus untuk suatu wilayah tertentu. misalnya, yogya. jadi kita cuma bisa menggunakan telpon tersebut di yogya aja. kalau keluar kota berarti harus ke wartel ataupun menggunakan handphone.
“jadi mba, hp sama interlokal gak bisa pake telpon umum?”
“yup”
“yaaaah..terus gimana dong mba. kan nggak punya telpon lokal” jawab mereka sepontan.
gak tahan melihat wajah mereka yang akan kecewa dan kelelahan yang tampak dimata mereka, akhirnya saya mencari list di hp. siapa tahu saja ada temen yang no rumahnya ke save di hp dan masih disekitar yogya. alkhamdulilahnya dapat satu. no kost mantan, dan untungnya lagi adek tuh akrab banget sama itu mantan. cucok sekali pikir saya.
akhirnya kami bertiga pergi ke tempat dimana telpon umum itu ada. lalu mereka tanpa di komando mulai memencet2 tombol, dan terdengar nada sambung. tampaklah senyum diwajah mereka. setelah puas mencoba dan mungkin karena capek. akhirnya mereka meminta pulang. setidaknya saya jadi tahu juga, kalau telpon umum tersebut masih berfungsi dengan baik dan tak lekang di usung jaman.

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1426 H. Mohon Maaf Lahir & Bathin.
Comment by ARS — October 7, 2005 @ 2:11 am